Minggu, 30 Desember 2012

Gara-Gara Salah Kaset ~ Story


    Pada hari itu di sekolah aku sedang belajar olahraga. Pada saat itu pula pak Guru memberitahukan bahwa besok akan ada lomba senam di Gedung Olahraga (GOR). Acara akan di mulai pada pukul 07.30. Ketika itu Dwi,Winda,Nanda,Lia,Yuni,Niara dan aku.Berada di depan Pak Guru,ketika Pak Guru sedang menjelaskan tentang lomba senam itu. Lalu pak Guru menyuruh aku dan teman-temanku untuk mengikuti lomba itu,dan kamipun sangat senang sekali. Tak lama kemudian aku di panggil oleh pak Guru, oh,,,, ternyata aku di suruh membawa kaset itu untuk lomba besok.Sepulang sekolah aku segera berganti pakaian,makan,dan setelah itu aku tidur. Sorenya ketika bangun tidur aku diajak temanku untuk Latihan di rumahnya sebentar. Sepulang dari latihan aku langsung pulang ke rumah.Setelah sampai di rumah aku langsung mandi.
      Malam pun tiba, selesai Belajar malam aku menyiapkan semua peralatannya, tak Sengaja kaset senam itu aku letakkan diantara kaset lagu-lagu kesayanganku. Setelah semuanya beres aku segera bergegas tidur.
Gara-gara aku tidur larut malam jadi paginya aku kesiangan. Setelah sampai di sana semua peserta telah hadir tapi untungnya acaranya belum di mulai. Tak lama kemudian, Pak Guru memberitahukan kepada aku dan teman-temanku,kalau kami tampil pada urutan pertama. Tak lama kemudian acara pun di mulai,
Setelah juri memanggil aku dan teman-temanku, aku dan teman-temanku langsung naik ke panggung. Tak lama kemudian guru memberi aba-aba untuk memutar kasetnya. Karena aku tidak bisa memasang kasetnya akhirnya aku di bantuin dari teman- temanku karena kotak kaset senam iu sama persis dengan salah satu kotak kaset kesayanganku. Sebelum kasetnya di hidupkan memang aku merasa ada yang jengkel. Tak lama kasetnya dihidupkan aku langsung terkejut. Weeelaa –weelaa ternyata aku salah ambil kasetnya. Di atas panggung aku di ejek dadi semua Sekolah Dasar.,. aduh malunya ...


(Tanjungpandan, 4 April 2012)


Salah Masuk Mobil ~ Story

Pada suatu hari aku diajak untuk menjemput orang tuaku di bandara, karena orang tuaku baru saja datang dari Jakarta.Karena aku tidak tidur siang jadinya aku tidur di mobil.Begitu nikmatnya aku tertidur, ketika aku terbangun kami sudah sampai di bandara.
Setelah memarkirkan mobil, kami langsung turun dan segera menuju ke tempat penjemputan kedatangan penumpang.aku segera mencari tempat duduk agar tubuhku bisa bersandar karena aku merasa masih sangat mengantuk sekali.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Orang tuaku terlihat juga dan kami masih harus menunggu bagasi, setelah semua barang selesai di ambil kami segera menuju tempat parkir dan aku bergegas ingin segera masuk mobil. Setelah mobil yang ku naiki mau jalan tiba-tiba aku merasa ada yang aneh. O la la! ternyata, aku salah masuk mobil. Karena aku yang ingin masuk mobil itu duluan jadinya aku tidak melihat bahwa itu bukan mobil kami, aku di tertawakan oleh Ibuku, Ayahku, Kakakku, Adikku, dan pak Sopir, Itulah akibatnya karena aku tidak tidur siang jadinya masih ngantuk. Jadi maluuu! Caappee’ deecchh...................!!!!!!!!!!!

(Tanjungpandan, 4 April 2012)

UPTD Balai Perikanan


Laporan perjalanan Saya :
Nama         : Dwinda Vemilia Yuniar
Kelas          : 8A

            UPTD Pengolahan Hasil Perikanan yang ada di Tanjung Binga, di kepalai oleh Pak Slamet. UPTD ini berada bi bawah renungan Dinas Perikanan. UPTD ini berfungsi untuk melakukan pembinaan untuk masyarakat, menyediakan bahan baku Ikan, Dipersifikasi atau penganeka ragaman Ikan dan lainnya.

            Kegiatan yang di lakukan di  UPTD ini adalah Pengolahan Hasil Perikanan. Hasil pengolahan yang telah terjual di masyarakat antara lain Teri Crispi, Nugget Ikan, Kaki Naga, Ekado, Keripik Cumi, keripik ikan dan yang lainnya. Ekado adalah bakso yang di bungkus dengan pangsit sedangkan Nugget dan kaki naga menggunakan Tepung Panir. Nugget dan Kaki Naga harus di simpan didalam Freezer supaya tetap higienis dan aman.

            Di dalam Ruang Pengolahan, proses pengolahan ikan di lakukan dengan higienis. Pegawai yang masuk ke Ruang Pengolahan juga di wajibkan harus Steril dan menggunakan pakaian lengkap seperti memakai Penutup Kepala, Celemek, Sarung Tangan serta dilarang untuk memakai Perhiasan.

            Ikan adalah produk yang paling cepat rusak karena ikan mengandung banyak air yang dimana jika metabolisme ikan sudah mati maka yang masih ada adalah bakteri, oleh karena itu ikan sampai ke Konsumen harus dalam kondisi segar.

            Sebelum ikan di simpan harus di bersihkan dulu, karena bakteri berkembang paling cepat di perut dan di insang ikan. Suhu badan di ikan jangan naik dari 0o. Ikan juga dapat dijual dalam bentuk di Pilet.

            Pengolahan ikan segar harus cepat melakukan penanganan atau perlakuan. Penanganan atau perlakuan yang di lakukan adalah dengan penambahan es atau dengan suhu dingin dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri terhambat. Penanganan ini di lakukan dimulai dari penangkapan ikan.

            Dapat juga dilakukan dengan Pengawetan. Pengawetan yang dapat dilakukan adalah pengawetan dengan suhu rendah, pengawetan dengan penggaraman, dan pengawetan dengan pemanasan atau dengan menggunakan suhu panas dan pengawetan dengan pengesan. Tahannya ikan tanpa pengawet yang berlebihan adalah maksimal 3 bulan.

            Tujuan pengawetan dengan penggaraman adalah dengan mengurangi kadar air dalam tubuh ikan. Ikan yang di beri garam lama kelamaan air di dalam tubuh ikan akan mengering. Garam yang baik di gunakan adalah garam Kristal yang mengandung Nacl menggunakannya dengan cara ditaburi.

            Penggaraman yang dilakukan ada dua, yaitu penggaraman kering dengan menggunakan garam kristal dan penggaraman basah dengan menggunakan garam Cair. Sedangkan Pemanasan dapat dilakukan dengan cara penjemuran dengan suhu panas, di jemur, di rebus ataupun di goreng.
           


Gara-Gara Gelang Persahabatan ~ Story


            Saat selesai lebaran kami kembali beraktifitas belajar di sekolah seperti biasa.
Saat itu Tresia baru datang ke sekolah, sampai di depan kelas.

            Nasya  : ”Assalamu’alaikum, waduh....., kemana ya teman-teman?” (Sambil membuka pintu kelas dan berjalan masuk)
            Ria       : (Berjalan dari kelas 8b mendekati Nasya) “Wa’alaikum salam Nasya, bagaimana liburan lebaranmu disana, apakah mengasyikkan? ”.
            Nasya  : “Mengasyikkan karena bisa berkumpul dengan seluruh anggota keluargaku di sana.” (Sambil melangkah masuk ke ruang kelas dengan diikuti Ria dari belakang)
            Intania : (Muncul dari pintu, sambil berjalan menuju Nasya dan Ria) “Memangnya kamu liburan kemana Sya?”
            Nasya  : “Liburan ke Palembang, Tan.” (Sekilas melihat ke Intania dan beralih pandangan ke Ria)
                        “Oh iya Ria, ini aku ada Oleh-Oleh dari Palembang, maaf kalau hanya sedikit.”
            Intania dan Ria (Bersamaan) : “Memangya apa Sya?” (Memasang muka bingung)
            Nasya  : “Gelang untuk persahabatan kita. Tapi maaf, gelangnya hanya ada tujuh buah,  jadi tidak kebagian semuanya  kitakan sepuluh sahabat.”(Sambil memberikan gelang-gelang itu kepada Ria)
            Intania : “Wah bagus sekali!! Ini untuk aku ya, Sya?”(Mengambil salah satu gelang Nasya dan memakainya) “Terima kasih ya Sya. Aku keluar dulu ya?” (Pergi dan membawa gelang itu)
            Ria       : “Hmm... seenaknya dia mengambil saja, kamu juga belum menyetujuinyakan Sya?” (Melirik Intania dan beralih pandangan ke Nasya)
            Nasya  : “Iya. Tapi, gimana ini Ria, kalau Intania mengambil gelangnya satu berarti yang tidak kebagian adalah Radit, karena sesuai hitunganku Intania-lah yang tidak kebagian gelang itu bukan   Radit"(dengan wajah panik).
            Ria       : “Kita ambil saja gelang itu darinya. Dia tidak mempunyai hak memiliki gelang itu.” (Memegang tangan Nasya dan melangkah menemui Intania).
            Nasya  : “Tapi, aku tidak ingin dia merasa tersinggung akan sikap kita kepadanya ini.” (Menghentikan langkah Ria).
            Ria       : “Kalau begitu, bagaimana jika kita tanyakan dengan Radit, apa dia menyetujui gelang itu untuk Intania atau tidak?” (Sambil memegang tangan Nasya kembali dan mengajaknya menemui Radit).
            Nasya  : “Ayolah kita tanyakan sebelum masalah ini berlarut jadi panjang!” (Mengikuti langkah Ria menemui Radit).
Setelah sampai di kelas Radit, mereka langsung mencari Radit dan berbicara tentang masalah gelang itu.
            Radit   : “Hai Nasya, hari apa kamu pulang dari Palembangnya?” (Datang mendekati Ria dan Nasya)
            Ria       : “Sudah lima hari yang lalu. Dit, kami mau memberitahu sesuatu!” (Sambil memasang muka serius dan menghadap ke Radit).
            Radit   : “Apa itu??” (Melihat Ria dan Nasya dengan muka penasaran).
            Nasya  : “Ria, kamu saja yang jelaskan!.” (Sambil melihat ke arah Ria).

            Ria       : “Gini, tadi Nasya mengeluarkan Oleh-olehnya dari Palembang dan memberikan ke padaku untuk membagi kepada sepuluh sahabat lainnya dan tadi juga ada Intania, kemudian tiba-tiba Intania mengambil salah satu Nasya itu dan dia fikir itu miliknya. Tapi, sebenarnya itu milikmu dan dia tidak ada jatah untuk memiliki gelang itu. Pertanyaannya, kamu ikhlas tidak memberi gelang itu untuk Intania?” (Sambil menunjuk ke arah Radit)
            Radit   : “Kenapa dia mengambil seenaknya saja itukan milikku?? Tidak!!!, aku belum ikhlas karena itu milikku. Tapi cara mengambil gelang itu gimana?” (Dengan nada tinggi)
            Ria       : “Kita temui dia dan minta gelang itu.” (Sambil memandang Nasya, Radit dan mengalihkan pandangannya  melihat Intania dari kejauhan).
            Radit dan Nasya         : “Kami mengikuti kamu aja deh!”
Ria, Radit dan Nasya berjalan menuju ke arah Intania yang sedang duduk dan sibuk memandangi gelang itu. Radit pun menyapa Intania.
            Radit   : “Intania, kamu sedang apa?”(Duduk di sebelah Intania dan memandangi tingkah lakunya).
            Intania : “Aku sedang memandangi gelang yang di beri Nasya ini.” (Mengalihkan matanya dari gelang ke arah Ria, Nasya, dan Radit)
            Nasya  : “Langsung saja Tan, sebenarnya gelang itu bukan milik kamu, tapi mlik Radit.” (Dengan merasa bersalah)
            Intania : “Terus yang punyaku mana Sya?” (melihat ke arah Nasya).
            Nasya  : “Begini Intania, hari itu saat aku masih di Palembang sudah ku pesan sepuluh gelang dan waktunya dua hari paling lambat. Setelah itu akupulang, sesampai di rumah nenek, Ibuku bilang akan pulang dari Palembang besok sore. Jadi, pagi besoknya aku ke tempat itu, ternyata yang selesai baru tujuh gelang.” (Menjelaskan dengan Intania)
            Intania : “Jadi, dari tujuh gelang tadi, tidak ada satupun punyaku ya?” (Melihat ke Ria, Nasya, dan Radit).
            Ria dan Radit (berbarengan)  : “Iya!!”
            Intania : “Yaudah, ini Radit punya kamu, maafin aku ya, udah ambil gelang punya kamu.”(Sambil menyodorkan gelang itu ke Radit).
            Radit   : “Iya Intan.” (sambil mengambil gelang itu)
            Nasya  : “Maaf ya, bukan maksudku tidak mau membagimu. Tapi,...” (Intania memotong ucapan Nasya)
            Intania : “Iya gak apa-apa” (Sambil menatap Nasya)
            Ria       : “Intania, lain kali jangan diulangi lagi ya?” (Sambil melihat ke arah Intania).
            Intania : “Iya Ria.” (sambil membalas pandangan Ria).
            Nasya  : “Kalau bermaafan seperti inikan enak, gak ada kesalah pahaman lagi.”
Kamipun akhirnya bermaafan, gelang sudah di kembalikan ke Radit dan semuanya menjadi seperti biasa kembali. Sesudah itu, sesaat mereka bercenda gurau. Bel masuk kelas pun berbunyi, kami semua langsung menuju kelas masing-masing.

Akhir keindahan ~Story About Junior High School (11)


Di saat pembagian kelas aku mendapatkan kelas 9B. hal yang membuatku sedikit kecewa, aku tidak sekelas lagi dengan Alya Ramadhanty, Ismah Athika, Selly Aninca, Tresia Wati Arpanda, juga sobat karibku *Aprilita Novitasari ^_^*. Meski di 9B ini, masih ada mantan 8A. yah sudahlah.....!!!!
Tak terasa, sudah hampir 3 tahun aku di SMP ini. Sudah banyak sekali kenangan yang didapat disini, meski awalnya aku tidak menyukai SMP ini. Tapi benar kataku dulu, semua telah di atur oleh Allah SWT tinggal di jalani saja.
Tapi, terlintas sejenak dalam fikirku, “Mengapa selama di SMP ini aku tak bisa membawa nama baik SMP ini untuk aku junjung? Padahal dulu di SD, aku selalu mendapatkan juara dalam Olimpiade Renang hingga tingkat Provinsi :’( di tambah lagi prestasi-prestasiku, apa mungkin karena kesibukanku?. Tapi, mengapa mereka bisa, aku tidak?. Yang paling menyedihkan untukku adalah Prestasi yang terus menurun bukan meningkat, apa yang terjadi padaku? Mengapa aku ini?. Sering kali ku terfikir dan berdiam diri, menjauh dari keramaian. Sering tersirat kata dari bibirku, “Ya Allah, mengapa aku ini? Kemana aku yang dulu? Yang bisa buat Orang tuaku bahagia?”.
Hingga diakhir semester 1, aku mendapatkan nilai yang sangat *MENGECEWAKAN* dan *SANGAT TIDAK MEMUASKAN*, yaitu mendapat peringat Terakhir di kelas, meskipun itu adalah Raport sementara hasil test Semester 1. Tapi, tetap aku merasa aneh dengan diriku, “Kemana aku yang dulu?” kata-kata itulah yang selalu terfikir dalam benakku. Dihari pembagian Raport itu, aku terus mengurung diri di kamar, menangisi kebodohanku. Hingga ku terfikir, aku tidak boleh seperti ini terus menerus, tak boleh menyesali apa yang terjadi, tak boleh menyalahkan waktu karena itu termasuk dosa. Kembali tekadku menyala berapi-api lagi yang awalnya memadam, aku harus berubah dan kembali menjadi aku yang pandai, ingatku *Lebih susah mempertahankan prsetasi daripada mengejar prestasi*, aku harus mengejar ketertinggalan, mengalahkan mereka yang berada diatasku. *Ayoo.....,, cemungut Vemi.. :D :D :D :D Insyaalhha dengan bimbingan Allah SWT kamu bisa (y).
Pada suatu saat teman sekelasku mengajak aku untuk mengikuti FAM (Forum Aktif Menulis). Bakat menulisku memang sudah terlihat dari aku masuk SMP ini tapi sayangnya tidak terlalu aku kembangkan. Aku kembali tersadar, aku harus lebih giat dari sebelumnya, meski mempertahankan memang sulit, tapi mengejar juga termasuk sulit, aku harus lebih menyibukkan diriku pada Pelajaran, bukan yang lainnya yang kurang penting. Dan aku ingin kembali menyongsong bakat menulisku yang sempat terhenti.


8A Biang Kerusuhan ~Story About Junior High School (10)


            Saat pembagian kelas, aku mendapat kelas 8A dengan wali kelas Ibu Sulistiarini dan di sini, aku bertemu lagi dengan teman-teman yang kelas 7’nya satu kelas sama aku, yaitu Selly, Siti, Nabila, Rudi, Aditya,dll. Karena pembagian kelasnya menyeluruh,  jadi aku juga punya beberapa teman baru yang sudah kukenal meski tidak terlalu dekat.
            Banyak perjalanan yang cukup mengesankan selama aku berada di kelas ini, hari-hariku terasa lebih cerah dan berwarna, karena aku punya beberapa sahabat dekatku. Yang paling membuatku senang berada di kelas ini, aku bisa sekelas dengan Alya Ramadhanti. Teman yang dulunya di kelas 7A. Meskipun tidak sekelas, tapi kami sudah cukup dekat.
            8A itu kompak, gaul, selalu bahagia walau sebenarnya di bebani banyak masalah. Yang paling membuatku sedih, saat harus berpisah dari mereka dan di ujung pembagian raport semester 2. Do’aku di kelas 9 yaitu, supaya bisa sama-sama mereka lagi ^_^>|
tapi entahlah, apapun yang diberikan Allah itu pasti lebih baik dari apa yang dibayangkan makhluknya :D


*maaf hanya sedikit, *lagi males ngarang :D